Selasa, 08 Maret 2011

Kesunyian

aku masih saja di sini
di ketinggian menara jingga
menikmati senja
senja berwajah pucat
langit diam membisu guratkan duka-duka para dewa
sepi ~~

melintas burung gagak bergaun hitam
menari indah kepakkan sayapnya yang kelam
tarian yang sebelumnya belum pernah aku saksikan
ganjil ~

angin masih terlalu cinta dengan kehadiranku
ia sapa aku lembut
gagak itu masih menarikan tarian yang terluka
entah tentang apa ~

ketika senja berangkat ke malam,
perlahan-lahan burung gagak menghentikan tariannya
menyimpan keganjilan
hening, ~

tatapan matanya yang tajam, seolah-olah menelanjangi batinku.
aku belum tahu apa yang sesungguhnya gagak sampaikan padaku
malam ini seperti tak punya nafas.
tak ada angin yang meliukkan tubuhnya.
pohon-pohon diam.
tak kudengar desah dedauan
gunung-gunung membisu.
demikian juga dengan hamparan laut di depanku.
diam.~

malam terbungkus kesunyian.
sehelai daun ilalang yang menua melayang di udara.
jatuh terkulai di tanah basah.
kesunyian kian lengkap~~

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sangat menghargai komentar anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.