Beterbangan debu lalu
Saat batu dulu
Terbujur kaku takluk
Indahnya tetes air
Melubang keras hati
Sebuah kisah terukir pasti
Layaknya batu yang tertetesi
Air mata sang pelangi
Yang jatuh terusik nada merdu
Sendu di gelap malam tak berbulan
Pernah berjabat tangan ini
Berbagi hangat hati
Kesetiaan dibawa mati
Yang apapun takkan terganti
Meski nanti hilang pasti
Hilang nanti~~~
Detik waktu berlalu
Tak juga mimpi itu
Mimpi tertinggi
Wanita pencari jati diri
Sendiri meraih api
Tak menyangka terbakar pedih
Satu pergi tinggal sendiri
Sungguh bukankah wanita mengerikan?
Menit ada saat itu
Tak juga berlalu
Meski sendu
Senyum tak berharap laku
Sementara hujan menetes
Menutupi senyum kaku
Ia terhujam sakit
Tak ia sesali karena menghujam indah
Jawaban tak ada di buku
Tanya itu tergantung dalam
Dalam~~~
Hingga lama menjadi debu
Dan kini bertiup sang bayu
Fatamorgana mereka itu
Aku jauh…jauh….
Dalam pasir dan debu aku jauh
Lama terlupa terasa surga
Tapi malam alam
Menaruh harap begitu dalam
Teriak pilu sang angin hujan
Kenangan~~~
Dan aku jauh…jauh…
Bersama pasir dan debu
Tak tampakku…
Itu lupaku…..
Dalam frasa dan debu
Aku lupakan semua itu
Karena Kengerianku.......
:( Love_N