Sabtu, 30 November 2013

Ujung Tiang Mimpiku

Sepi kurasa melebur hati
Rindu kurasa membalut imaji
Tertawa melihatku sendiri
Keheningan iringi langkah diri
Ku menangis dalam tawaku
Ku tertawa dalam tangisku
Terisak-isak mencari hatimu
Terbahak-bahak temukan kasihmu
Kerinduan yang tak pernah berujung
Membimbingku ke ujung tiang mimpiku
Menghujamku dan tinggalkan luka pilu
Dengan parangnya penggal bahagiaku
Luka hati yang tak terobati
Terasa perih dan mengoyak diri
Jerit hati bak lautan tangis
Mengejekku dengan pandangan miris
Ku bermimpi dalam sadarku
Ku tersadar dalam mimpiku
Dalam mimpi ku mengejar kasihmu
Ketika kusadar ingin membencimu
Kerinduan yang tak pernah berujung
Menyeretku ke ujung tiang mimpiku
Membelenggu dan tinggalkan luka baru
Dengan parangnya renggut harapanku

N#370

Jumat, 29 November 2013

Penulis yg Lelah

Dia memilih tenggelam
hanyut begitu dalam
lautan kata tiap halaman.
Ribuan kisah terpapar
berupa sosok-sosok dalam layar
memikat jiwa yang tergetar.
Apa kabar realita?
Hanya sesekali dia menyapa
supaya tidak disangka gila.
Siapakah dia?
Entah mengapa dia bertanya-tanya:
Cocokkah dia jadi tokoh utama?
Belum ada yang menjawab
sementara diam-diam dia berharap
sebelum kesempatan menguap
Kembali dia tenggelam
dalam beragam kisah tiap malam
terbungkus oleh diam.
Semoga dia belum lupa
akan kertas-kertas dan pena
untuk menulis sendiri semua kisahnya
dari relung jiwa...
♡BA170E♡




Kamis, 28 November 2013

#370

Jangan katakan kepadaku begitulah hidup, sebab aku bernapas dengannya: keberadaan, juga ketiadaan. Puncak-puncak peristiwa yang sepertinya sekedar menumpuk di laci ingatan, sampai kita tidak lagi menyadari mana yang nyata dan tidak nyata. Sebab yang nyata hanyalah saat ini, di tempat ini. Here and now! 

Dan begitulah, kita melepaskan apa yang kita temukan. Mengosongkan diri dari segala yang kita kumpulkan dengan tetes keringat dan air mata, membebaskan diri dari segala kelekatan dan penderitaan. Sebab yang pergi tidak akan kembali, tetapi tidak pernah meniadakan segala sesuatu yang tinggal – sesedikit atau sebanyak apa pun itu. Dan aku sudah cukup lama berdamai dengan kenyataan itu. Bukan karena aku menyukai kerumitan. Mungkin aku terlalu menginginkan segalanya Secara sempurna. Sempurna dalam segala ketidaksempurnaannya.
Ketidaksempurnaanku. Ketidaksempurnaan hidup. Bukankah itu yang menjadikan segalanya utuh?





Selasa, 26 November 2013

Buku Kehidupan

Seseorang melangkahkan kakinya kepada lembaran-lembaran kisah hidupnya
Lembaran-lembaran yang sudah lama tidak dihuni nya
Ia berjalan mundur dan terhenti pada sebuah bab yang menceritakan tentang sebuah
ruang yang usang
Ruang itu berdiri atas nama memori dan luka
Sebuah diorama yang dimainkan oleh bayang
Sebuah cerita yang tidak dimulai dengan awal maupun akhir
Mereka sudah disana dengan berbagai latar dan berbagai spektrum cahaya yang
bernama kelabu
Pemandangan itu beku, pemandangan itu bisu, dan yang dirasakan adalah pilu,
Mereka dengan tangan-tangan yang terulur terlalu tinggi tak mampu menjangkaunya
Mereka dengan eksistesi diri namun buta, tak mampu melihat pun merasakan
Mereka disana hanya menjadi figure penggembira tanpa mengerti esensi dari sebuah
pelipur lara
Dan seseorang kembali meneruskan perjalanannya terhadap labirin waktu
Kali ini seseorang terjerat pada lembar kisah dengan jelujur akar yang
mengitarinya
Akar itu berbentuk hati dan ronanya menorehkan hangat namun sesekali melolongkan
getir
Bab itu bercerita tentang sebuah pohon tua berbuah cinta
Buah cinta yang mengandung kompleksitas, pencarian, dan tambatan
Dan buah cinta pun menguak kembali kisahnya kepada seseorang
Mereka yang bersembunyi dibalik perangai mereka yang semu pernah mengukir
namanya di bahumu
Mereka yang pernah menawarkan hati dan jiwa, bertekuk lutut dan mencium tanganmu
Mereka yang terlalu banyak bermain dengan api pernah luruh dan mencari
keberadaanmu
Namun cinta yang kau cari masih belum mampu menutup bagian dari kisah ini.
Dan buah cinta menghantarkan seseorang kepada lembar cahaya yang telah
menantinya di penghujung buku
Bab ini bercerita tentang Rumah tua dengan hamparan bunga yang luas
Rumah yang mengatas namakan estetika, keteduhan, dan kelapangan
Sebuah rumah yang menghadirkan kelegaan, kelapangan dan harmoni
Di rumah itu Ia beralutut, di rumah itu ia lepaskan segala kemelut
Sekian lama ia mencari dan berkelana
Tak didapati di mana, namun di hati
Setiap sketsa yang dilalui seseorang pun tak luput dari keberadaan individu
lain
Ruang usang, pohon cinta, dan rumah tua
Mereka yang terliku dan terlibat di dalam setiap kisah dari sekat kehidupan
Mereka yang merangkak bersama dan hadir dari berbagai sudut yang tak berbatas
Mereka yang seketika mengisi keping-keping ke dalam belanga dan yang pernah menjadi belanga
Mereka adalah bingkisan yang sempurna bagi jiwa-jiwa yang tak sempurna
Bukan sebagai pelengkap, bukan juga sebagai penggembira
Namun sebagai bagian utama dari kisah penyentuh kehidupan


#NayWa
Mama

Selubung Luka

Semoga luka-luka ini cepat sirna
semoga rasa perih cepat reda
agar wajah ini terasa bersih menatapMu
agar hati ini terasa basah mengejaMu
pada warna senja yang begitu ungu
di ujung langit
kutitipkan selembar luas mendung
yang pernah kulukis
dengan tinta hitam, suram
bagai getah lekat, erat melekati kulit batang-batang pohon
dari patahan dahan dan daun-daun dari ranting kepundung
atau seperti pekatnya cairan malam
menitis pada kain sebentang
membentuk gambar-gambar rumit bercorak kawung
akh, senja yang ungu
bagaimana aku bisa memintamu
menempa warna-warni lukisanku
sedang tinta-tinta itu terlalu pekat
sedang gambar-gambar itu terlanjur lekat
semoga luka-luka ini cepat sirna
semoga rasa perih ini cepat reda
agar hati ini mampu merunduk
agar hati ini mampu bertawadu’

Love
BA 170 E

Rabu, 20 November 2013

Nyanyian Camar

Petang bagiku adalah sarang
dimana angan-anganku riang menerawang
membawa lelah dan risauku pulang
di hening dada karang
kubawa serentetan lagu sendu
lewat paruh dan sayapku
setelah kuterdekap gemerlap pagi
tempat kubaringkan penggalan mimpi
kelak tak perlu kutakut pada sepi
di taman surga Illahi


LOVE
BA 170 E

Sosok diruang Hampa


Apa yang kau cari?
Tak ada yang penting di sini.
Hanya pemikir yang dikuasai
isi kepalanya sendiri.
Kau mencari matahari
dalam ruang sempit ini.
Sementara si penghuni
sibuk menenangkan suara-suara sunyi.
Cecar dan cercamu tak berarti.
Memang sulit bagimu untuk mengerti.
Bagimu, dia ibarat anomali,
yang selalu memaki luka dan bersemayam dalam sepi.
Ah, langkanya simpati dan empati.
Indahnya duniamu, jauh dari murka dan patah hati.
Sayang, di matamu dia hanya pecundang berkubang sedih,
bukan petarung yang mencoba bangkit kembali…
Masih mencari-cari?
Percuma, jika engkau masih enggan mengerti

N#370

Selasa, 19 November 2013

Sang Malam

Hening….snyap…
hanya kidung angin membelai sang rimbun,
sesekali brgoyang, seolah trbuai lembutnya sang semilir.
Dalam sepimu…
membungkam jiwa-jiwa serakah
membius hati yang egois
meredam amarah yang bergejolak
menyelimuti asa yang terpatri
merayu sang penjaga,tuk lelapkan rasa..
meretas angan sang pemimpi.
Dalam senyapmu…
terkadang jadi perantara rindu bagi sang penunggu..
inspirasi suci bagi sang pemikir..dan tak sedikit,
sang pelipat bersembunyi dalam celah.
Hening…senyap…
mengubur berjuta lelah
hanya rembulan yang tetap bersanding..
ketika dekapmu semakin larut terbenam kesenyapan...

N#370

Penyelam Kata

Ombak-ombak itu berseru-seru
Dan angin pun berbisik pelan
Menyambut darah-darah baru
Dari kutub utara hingga selatan
Adakah engkau menjawab panggilnya?
Kata Sang mentari
Adakah mulutmu mengucap kata?
Menjawab laut bahari
Ikutlah suara kepakan sayap itu
Burung-burung camar yang terbang rendah
Agar kelak kita kembali menjadi satu
Berbagi cinta dengan senyum indah
Mari, kemarilah
Datanglah ke pantai waktu
Berenanglah ke tengah laut itu
Jiwa kita akan kembali menjadi satu

Selamilah
Tenggelam
Arungilah
Lautan kata-kata jiwa

Senin, 18 November 2013

Berlayar tak mengerti

ini sunyi bergetar
setengah mati
mencari perahu
penyair yang berlari
membawa nganga luka
di pantai terakhir
menghimpun ombak
jadi puisi
yang menari dalam dada
maha amuk dan hempas....

Cahaya

Hidup ini seakan ibarat ombak yang terus menerus menerjang karang
Ku lihat karang yang tegar adalah karang yang mampu melihat indahnya matahari terbit dan tenggelam tampa bermimpi akan menemukan lautan tenang.
Seolah, menafikan karang yang rapuh yg tidak mau menerima kenyataan, tak mampu melihat matahari terbenam
Hanya melihat sebuah cahaya matahari yang perlahan terbit dan datang

Hidup seakan ibarat buih putih di pinggiran pantai
Yang membuat lengkap, adalah ketika aku menyentuhnya
Dan ombak bersahabat menyapaku dengan lirih
Perlahan buih itu datang, dan menghilang
Namun, yang terpenting
Seberapa lama buih itu datang dan melengkapi ku
Cukup bersabar
Sesabar pohon kelapa, yang setiap harinya tersengat cakrawala
Yang suatu saat berbuah, mereka menyediakan air untuk pelepas dahaga
Yang suatu saat berdaun lebar, yg membuat orang duduk lega menikmati pantai

Hidup itu seakan ibarat jejak langkah yang ku buat di pinggir pantai
Terkadang membuat pasir putih terinjak sakit
Terkadang ombak akan membuat hilang jejakku
Terkadang pula jejak itu memiliki awal dan kemana tujuanku untuk melangkah
Terkadang dalam foto sebuah pantai, mengartikan sebuah perjalanan panjang
Awal dan akhir

Hidup itu seakan ibarat menikmati Cakrawala terbenam
Yang di setiap pantai panorama yang dipancarkan berbeda satu dengan lainnya
Jika, ada satu pantai yang membuatku bercahaya
Selamanya ku tak akan pernah melupakan slide itu di kepalaku
Tapi ku berusaha untuk mengerti, ada maksud dibalik sebuah panorama matahari terbenam
Dia akan datang pada saat ruang dan waktu yang tepat
Tetaplah ku akan membuka mata di setiap pantai
Rasakan setiap badai pantai yang ada yang membuatku tak nyaman
Rasakan penyesalan saat ku menemukan panorama yang buruk
Namun, aku berbicara pada Tuhan ku, dan meyakini bahwa ku akan menemukan cahayaku, saat ku telah merasakan semua panorama kegelapan
Cahaya yg akan menghapus semua panorama gelapku.

Kita Berbeda

Argumen indahmu memusnahkan
Benak & logika
Argumen indahmu menenggelamkan
Asa dari sebuah jiwa

Mengiming-imingi seperti
Berkata tidak ada rusa di hutan
Mengiming-imingi seperti
Setengah kebenaran yang artinya ketidak jujuran

Mungkin kita berbeda
Kau menganggap beberapa hal itu lebih berharga dari inti yg sebenarnya
Kita memang berbeda...
Aku menganggap mimpi adalah kebahagiaan bersama yg akan ber-metamorfosis menjadi tujuan hidup.

Terlalu dini tuk berlutut
Ku takkan lagi terpaut
Oleh kau yang berhati surut
Menyeret bahagia ke maut

Kau memimpin arah tanpa tahu mana utara
Terus melanjutkan dengan gayamu & menganggap semua akan baik-baik saja
Tampa mengerti arti sebuah hubungan itu apa..
Mungkin kita memang bebeda...

N#370

Kamis, 14 November 2013

Ruang Emosi

Diri terdefinisi oleh tiga warna
Lemah layaknya tanah tanpa substansi
Tautan persepsi bernama catatan dan situasi
Dipadu dalam kompetisi perkenalan makna
Hidup benarlah sebuah drama melodi
Mencari arti antara rasa dan etika
Dan waktu menjadi kawan setia atau musuh
Hingga gelap memperkenalkan dirinya; MISTERI

N#370

Risalah Hati

Malam tak bergeming
Menghantarkan kesunyian ku terlelap…diam dalam lubuk hati yang bergejolak
Nada-nada kepedihan kian merasuk
Menari bersama aliran darah dan menggemeretakkan tulang rusuk
Terpaku…aku dalam kebimbangan
Terjatuh…aku dalam duka nestapa
Tak dapat lagi ku terbang dan menari indah di angkasa
Karena sayap ku kian patah
Tak ada lagi nyanyian rindu
Karena pita suaraku terhimpit rasa ragu
Semoga ini cepat berlalu....

N#370

Hopeless in a Dream

Sebuah keinginan di hati
selalu terbayang dalam imajinasi
jauh dari kira-kira
diperhatikan secara cuma-cuma
bagai dapat segera tergenggam
seringkali dibiarkan terpendam
Berjalan dalam khayal
seakan waktu dibiarkan kekal
bisa saja sederhana
kadang kala sempurna
sering kali berganti
namun waktu mendatangkannya kembali
Menanti tak akan cukup
berusaha hanyalah sekedar pembuka katup
berkata-kata hingga membesi hati
teguh berharap hingga nanti
lalu nyata kan terasa sayub

N#370

Rabu, 13 November 2013

Untittle

Sesosok bayang dan khayal
Buatan untaian seribu mimpi
Menempuh berbagai cerita tak berakhir
Dalam kepala mengalir bagai memori
Terbentuk berdasar indah cipta sang kuasa

Demi mereka yang tak bisa
Bukan untuk yang tak mau
Oleh karenanya takkan tersentuh
biar indah tak sekedar memenuhi hasrat diri
Agar tak gila mengubah arah jati diri
Meski menimbun berbagai harap tak sempurna
Entah hendak terbukti ada atau tiada...

Love_N370

Selasa, 12 November 2013

Kehilangan

Mencintai mu
Bagaikan langit memeluk bintang
Ku lukiskan cinta dihati
Tak terbatas lagi

Cinta yang dulu bersemi
kini menjadi masa lalu ku
hatiku hancur tiada berkeping
bagaikan segelintir debu

kehilanganmu
membuat hatiku kini lemah tak berdaya
ku tak mampu berdiri tegak dan bernafas lega...

N#370