Sabtu, 28 Maret 2015

JANJI

Riang tertunda tersita janji
bukti lenyap nyaris diingkari
tangguhkan angan raih mimpi
luluh terkapar menanti dihampiri

Musnah ambisi lelah meyakinkan
hambar niat tawaran ter'abaikan
hadirkan kecurigaan mengancam
denting meredup sirnalah harapan

Nafas lepas mata terpana
hanya diam mulut menganga
masihkah ada pijakan tangga
berharap bisikan buka telinga

Sisa jiwa nyaris terkubur
bertahan pantang mundur
kami masih ucapkan syukur
meski raga kan hancur lebur



Mistary_00.05 wib

Rabu, 18 Maret 2015

Acquainted with CINTA

Jika kau tanya bentukku…
Lihatlah rembulan..
Terasa indah jika kau pandang dari bumi…
Terasa jauh untuk kau gapai..
Dan terasa sangat hangat menyengat hati..

Jika kau tanya Rasaku..
Terasa manis disaat engkau bahagia..
Terasa hampar jika kau tak menggunakannya..
Sangat pahit jika kau menderita..
Dan mungkin akan terasa sangat asam ketika kau dihianati…

Jika kau tanya tentang duniaku..
Aku menyebar di seluruh dunia..
Tinggal di hati yang sedang jatuh karenaku..
Jauh dari perasaan yang acuh olehku…
Dan akan terbang bersama Ego-ego yang memenangkanku…

Dan jika kau tanya tentang kebahagiaanku..
Aku bahagia hidup dengan ketulusan..
Aku bangga bersanding dengan pembuktian..
Aku senang berjalan dengan kesederhanaan..
Aku terhormat berada di kursi keihlasan..

Itulah sedikit tentang aku…
Sedikit tentang rasaku..
Dan sedikit tetang Inginku..
Akulah Sang Cinta…
Dan mereka akan Tunduk akan mauku…
Selamanya…


_My Mistary_
23.33 wib

Selasa, 17 Maret 2015

Unlimited Trauma

Indahnya bintang pada malam itu
menghiasi perjalananku dibawah kaki bukit
aku taburkan senyum yang indah
membalas senyumnya bintang kepadaku

ku daki gunung disetiap perjalananku
didalam hatiku berkata
dimanakah akhir dari seluruh ini ? ? ? ?

didalam sekejap senyum indahku menghilang
air yang terlihat tenang itu
sudah merampas segalanya

aku….
terjatuh melawan arus
air sungai yang tampak tenang
nyatanya menaruh aura jahat padaku

andai dia paham
Bahwasannya aku terlalu trauma
seluruhnya terasa demikian lambat saat aku ada didalamnya….
air sungai itu jadi saksi bisu di perjalan hidupku…
tak tahu tempo hari, esok, hari ini serta selamanya…..


#mistary

_00.50 wib 

Kamis, 12 Maret 2015

#Misteri

Berdirilah di sudut, katamu.
Raba tembok tua itu.
Di dekat pigura yang tergores pisau.

Siapa tahu kita akan tenang dengan ruang yang dihuni waktu: pintu kayu besi yang dibalur lumut, engsel yang digerus asin laut..

Mungkin mercu ini akan melindungi kita
dari hal-hal yang berarti,
dengan tamasya yang minimal.
Seorang penjaga pernah menuliskan
satu kalimat di langit-langitnya,
“Cahayaku memberikan segalanya ke samudera.”

Kita belum tahu siapa yang pernah di sini, adakah kita tamu di sini.
Tertahan di sepetak pulau, kita bisa juga betah dengan sebungkah karang
dan seonggok tanggul yang membiasakan diri kepada pasang – seperti semak
jeruju kering di utara yang tak jauh itu yang hampir hanyut, tapi selalu
menemui ombak.

Aku tak bisa jawab
apa yang akan lenyap
dan yang tiba
kelak.

_Mistery_


Rabu, 04 Maret 2015

Untitled

Ia dengar kepak sayap kelelawar dan guyur sisa hujan dari daun, karena angin pada kemuning. 

Ia dengar resah kuda serta langkah pedati ketika langit bersih kembali menampakkan bimasakti, yang jauh. Tapi di antara mereka berdua, tidak ada yang berkata-kata...

Lalu ia ucapkan perpisahan itu, kematian itu...
Ia melihat peta, nasib, perjalanan dan sebuah peperangan yang tak semuanya disebutkan.

Lalu ia tahu perempuan itu tak akan menangis. Sebab bila esok pagi pada rumput halaman, ada tapak yang menjauh ke utara, ia tak akan mencatat yang telah lewat dan yang akan tiba, karena ia tak berani...
lagi...

Bulan pun lamban dalam angin, abai dalam waktu.
Lewat remang dan kunang-kunang, kaulupakan wajahku,..
kulupakan wajahmu...


_Silent_Noe_23.00 wib

Selasa, 03 Maret 2015

Kegelisahan

Gelap malam penuh kesunyian
Lamunan jauh menerawang angkasa
Membukakan pintu-pintu mimpi
Menyibakan tirai-tirai kegalauan jiwa

Bias keremangan memudarkan kasih
Memutar hati menguak arti ilusi 
Memedarkan beribu warni cahaya
Membayang menjauh dari arah cita

Katak merengek ikut meresah
Menggugah hati kala gelisah
Air hujan menetes berduka
Membasah bumi ikut bersedih

Gema kegundahan kian bertalu
Gemercik air melantun irama nan merdu
Berhembus angin membelai lembut
Gemerisik suara daun menghibur
Membangkit menggugah kalbu 

Meliuk menari rumput nan ayu
Melambai perlahan seolah mengajak
Melepas duka menjemput cinta
Merayu bernyanyi kerinduan
Menyongsong esok akan kebahagiaan

Noe_23.48 wib