Rabu, 19 Oktober 2011

Cermin Hati

Mari, berdiri tegak
saling berhadap, saling tatap
dan mematutkan senyum
untuk kita dapat mengenali
perjumpaan ini untuk apa.

Aku tahu, rindumu adalah kilatan cahaya
sedang diriku adalah gelegar petir yang menyalak.

Berdiri tegak, saling berhadap
dari satu sudut, cahaya mentari mematut
kami, menutup rona-rona warna
menjadi kelabu-kelabu hitam,
kemudian dijatuhkan di atas tanah.

Bayangmu ada membekas dalam hatiku,
bayangku tersangkut pelita rindumu, tergambar
dalam rongga-rongga hatimu.
Kita telah bertukar bayang dalam cermin hati;
jejak perasaan dan beribu getar
yang selalu menghidupkannya
sehingga bisa kita kenal
diriku untuk dirimu
dirimu untuk diriku.

Sudah tanggal waktu, mengenali kita
semua terasai, kadang menggugah emosi
dan sesekali mendorong untuk
saling berpikir dan memikirkan;
aku padamu dan engkau padaku.

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sangat menghargai komentar anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.