mungkin bagimu masih banyak debu
yang kubawa dari masa lalu
puing-puing gerimis memenuhi kepala
dengan sisa dedaun runtuh
sudah kubersihkan dengan tiap abjad
yang kau ucap padaku
dan kuanggap sebagai mantra
mengiringi semua langkah
masihkah tetap tak kau percaya?
bila kata bisa berubah
bukankah begitu juga bait
yang kubawa padamu
belenggu yang membuat gigil
hingga berserak peluh dan luka
bukanlah perih yang terus tertancap
di tiap celah waktu kita
pada retak malam yang lelap
sambil memeluk harapan
tataplah alur yang melaju
di situ esok kita akan hinggap
memang berkelok harap kita
tapi tetaplah abjad dan kata
tidaklah jadi sia-sia
-Love You-
N_
Kamis, 17 Mei 2012
Kita Tak Bisa Mengerti
bagaimanapun kita tak bisa mengerti
bagaimana cinta yang sederhana
selalu meruang dalam jiwa
petang lalu ku bertanya
ada lelaki dengan kepala batu
mempertahankan kelebatan cinta
meski lebih banyak menerima kemarau
apakah memang kita mau mencari
kenapa kata-kata menjajah jiwa
hingga lahirkan sajak renyah
di tengah bait-bait luka
With Love
N_
bagaimana cinta yang sederhana
selalu meruang dalam jiwa
petang lalu ku bertanya
ada lelaki dengan kepala batu
mempertahankan kelebatan cinta
meski lebih banyak menerima kemarau
apakah memang kita mau mencari
kenapa kata-kata menjajah jiwa
hingga lahirkan sajak renyah
di tengah bait-bait luka
With Love
N_
Langganan:
Komentar (Atom)