bagaimanapun kita tak bisa mengerti
bagaimana cinta yang sederhana
selalu meruang dalam jiwa
petang lalu ku bertanya
ada lelaki dengan kepala batu
mempertahankan kelebatan cinta
meski lebih banyak menerima kemarau
apakah memang kita mau mencari
kenapa kata-kata menjajah jiwa
hingga lahirkan sajak renyah
di tengah bait-bait luka
With Love
N_
Kamis, 17 Mei 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
Saya sangat menghargai komentar anda
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.