Kamis, 16 April 2015

Rindu yang ternoda

Di beranda malam
Selalu ada rindu terangkai
Dan awan yg terhapus
Menguatkan tubuh yg mulai dingin
Disela guyuran angin
Disitulah ku mulai sebut sehelai nama
Satu senyum tanpa rasa

Aku tak mau pagi beranjak
Karena disitulah rindu berhenti
Dan bila ini terlelap
Cukup aku tersandar disini
Malam yg mati disudut mata
Karena aku...
Mungkin ini yang terakhir
Aku lelap disini
Dan hujan yg menari
Membawaku berjalan lagi
Mencari senja kembali
Lewat tulisan hati
Ingin ku tuliskan sesuatu
Sebelum tinta pena ini kering
Satu nama kupanggil...
Berusaha untuk tidak bersedih
Dibalik cahaya malam ini
Bintangku kini telah padam
Apakah ini hari
Untuk aku meraja diri ??
Di dalam pembaringanku
Sahabat hati terus berlari
Meratap lewat sela pipi
Ah aku ini hanya sendiri..
Yg rindu dia disini

Bait ini terasa sepi
Hambar tanpa penghuni
Ku cari syair syair yang pergi
Gundah lari pada huruf2 ini
Aku lelah dengarkan janji
Tentang beringin berbuah stroberi
Uh..manis...

Aku ingin menutup mata
Berpagut jari manis
Diantara banyak dusta
Ku hidangkan janji setia
Aku ingin tetap bermimpi dihatinya

_Mystery_Gone

Jumat, 03 April 2015

Aku adalah Puisi

biduk di langit masih kering tertawa
melihat aku yang tetap bercumbu dengan khayal
menari kata dalam balutan puisi
membingkaikan rasa dalam bait
puisi adalah aku
aku bercinta dengan kata
dan merangkai menjadi satu kenangan indah
dekapan kalimat panjang membuai mesra diriku
kutemukan ada detak lemah...setia


#mistary_00.37 wib

Sabtu, 28 Maret 2015

JANJI

Riang tertunda tersita janji
bukti lenyap nyaris diingkari
tangguhkan angan raih mimpi
luluh terkapar menanti dihampiri

Musnah ambisi lelah meyakinkan
hambar niat tawaran ter'abaikan
hadirkan kecurigaan mengancam
denting meredup sirnalah harapan

Nafas lepas mata terpana
hanya diam mulut menganga
masihkah ada pijakan tangga
berharap bisikan buka telinga

Sisa jiwa nyaris terkubur
bertahan pantang mundur
kami masih ucapkan syukur
meski raga kan hancur lebur



Mistary_00.05 wib

Rabu, 18 Maret 2015

Acquainted with CINTA

Jika kau tanya bentukku…
Lihatlah rembulan..
Terasa indah jika kau pandang dari bumi…
Terasa jauh untuk kau gapai..
Dan terasa sangat hangat menyengat hati..

Jika kau tanya Rasaku..
Terasa manis disaat engkau bahagia..
Terasa hampar jika kau tak menggunakannya..
Sangat pahit jika kau menderita..
Dan mungkin akan terasa sangat asam ketika kau dihianati…

Jika kau tanya tentang duniaku..
Aku menyebar di seluruh dunia..
Tinggal di hati yang sedang jatuh karenaku..
Jauh dari perasaan yang acuh olehku…
Dan akan terbang bersama Ego-ego yang memenangkanku…

Dan jika kau tanya tentang kebahagiaanku..
Aku bahagia hidup dengan ketulusan..
Aku bangga bersanding dengan pembuktian..
Aku senang berjalan dengan kesederhanaan..
Aku terhormat berada di kursi keihlasan..

Itulah sedikit tentang aku…
Sedikit tentang rasaku..
Dan sedikit tetang Inginku..
Akulah Sang Cinta…
Dan mereka akan Tunduk akan mauku…
Selamanya…


_My Mistary_
23.33 wib

Selasa, 17 Maret 2015

Unlimited Trauma

Indahnya bintang pada malam itu
menghiasi perjalananku dibawah kaki bukit
aku taburkan senyum yang indah
membalas senyumnya bintang kepadaku

ku daki gunung disetiap perjalananku
didalam hatiku berkata
dimanakah akhir dari seluruh ini ? ? ? ?

didalam sekejap senyum indahku menghilang
air yang terlihat tenang itu
sudah merampas segalanya

aku….
terjatuh melawan arus
air sungai yang tampak tenang
nyatanya menaruh aura jahat padaku

andai dia paham
Bahwasannya aku terlalu trauma
seluruhnya terasa demikian lambat saat aku ada didalamnya….
air sungai itu jadi saksi bisu di perjalan hidupku…
tak tahu tempo hari, esok, hari ini serta selamanya…..


#mistary

_00.50 wib 

Kamis, 12 Maret 2015

#Misteri

Berdirilah di sudut, katamu.
Raba tembok tua itu.
Di dekat pigura yang tergores pisau.

Siapa tahu kita akan tenang dengan ruang yang dihuni waktu: pintu kayu besi yang dibalur lumut, engsel yang digerus asin laut..

Mungkin mercu ini akan melindungi kita
dari hal-hal yang berarti,
dengan tamasya yang minimal.
Seorang penjaga pernah menuliskan
satu kalimat di langit-langitnya,
“Cahayaku memberikan segalanya ke samudera.”

Kita belum tahu siapa yang pernah di sini, adakah kita tamu di sini.
Tertahan di sepetak pulau, kita bisa juga betah dengan sebungkah karang
dan seonggok tanggul yang membiasakan diri kepada pasang – seperti semak
jeruju kering di utara yang tak jauh itu yang hampir hanyut, tapi selalu
menemui ombak.

Aku tak bisa jawab
apa yang akan lenyap
dan yang tiba
kelak.

_Mistery_


Rabu, 04 Maret 2015

Untitled

Ia dengar kepak sayap kelelawar dan guyur sisa hujan dari daun, karena angin pada kemuning. 

Ia dengar resah kuda serta langkah pedati ketika langit bersih kembali menampakkan bimasakti, yang jauh. Tapi di antara mereka berdua, tidak ada yang berkata-kata...

Lalu ia ucapkan perpisahan itu, kematian itu...
Ia melihat peta, nasib, perjalanan dan sebuah peperangan yang tak semuanya disebutkan.

Lalu ia tahu perempuan itu tak akan menangis. Sebab bila esok pagi pada rumput halaman, ada tapak yang menjauh ke utara, ia tak akan mencatat yang telah lewat dan yang akan tiba, karena ia tak berani...
lagi...

Bulan pun lamban dalam angin, abai dalam waktu.
Lewat remang dan kunang-kunang, kaulupakan wajahku,..
kulupakan wajahmu...


_Silent_Noe_23.00 wib

Selasa, 03 Maret 2015

Kegelisahan

Gelap malam penuh kesunyian
Lamunan jauh menerawang angkasa
Membukakan pintu-pintu mimpi
Menyibakan tirai-tirai kegalauan jiwa

Bias keremangan memudarkan kasih
Memutar hati menguak arti ilusi 
Memedarkan beribu warni cahaya
Membayang menjauh dari arah cita

Katak merengek ikut meresah
Menggugah hati kala gelisah
Air hujan menetes berduka
Membasah bumi ikut bersedih

Gema kegundahan kian bertalu
Gemercik air melantun irama nan merdu
Berhembus angin membelai lembut
Gemerisik suara daun menghibur
Membangkit menggugah kalbu 

Meliuk menari rumput nan ayu
Melambai perlahan seolah mengajak
Melepas duka menjemput cinta
Merayu bernyanyi kerinduan
Menyongsong esok akan kebahagiaan

Noe_23.48 wib

Senin, 15 September 2014

Abadi dalam Puisi

Malam bergumam pada rembulan
mengusik tawa dalam kenangan
menunggu bait di ujung jalan
temaram bulan setengah—menakutkan
serupa pedang tajam
keluar dari sarung—siap menghujam
sebelum aku mengerti
sebelum aku memahami
untuk membunuh mimpi
mimpi tersembunyi.
Sedang rindu terus beradu
sesakan dada mencipta ambigu
dalam cekungan mata
menatap nanar—semakin jauh dari asa
menyanggah luka pembuluh darah
hentikan waktu melumat kisah
cinta yang berjodoh dengan kesepian
terjerat dalam kalimat kalimat kepedihan
abadi pada tiap bait puisi
Yang senantiasa kutulis
*Love_Noe*
00.48 am

Minggu, 14 September 2014

Pelabuhan Hidup

Gelap yang kelam akan tiba dengan sendirinya.
Raga dan ruhmu akan lepas sejenak melayang menjadi mimpi.
Kibasan angin gelap merasuk menusuk setiap rongga kehidupan.
Perlahan namun sengit, menjamahi apa yang ada.

Terlupa sudah memori palsu itu.
Hanya terlewat takkan abadi.
Jiwa murka selalu ditengahi suka.
Perangai buruk akan terbentuk.

Kelam berubah.
Muram kalah.
Suram tak terjamah.

Tanda mulai mengatasi
Imaji jadi pasti.

Teori akan jadi kondisi sesungguhnya.
Terpikir dan terukir di pelipis mata.
Hilang sekejap namun akan kembali mengendap..

@02.25 am
"Good Nite World"
*_Noe*


Aku, Puisi dan Kehidupan

Di selasar malam yang panjang dan sepi.
Di lorong-lorong kosong,
dan gema tanpa suara.
Di dinding kelam,
di tepi tebing kehidupan terdalam.
Bayanganku membelah diri,
menjadi siluet hitam.
Di senja yang mendendam.
Karena kerinduan terus tertahan.
Lantaran cinta tiada terungkap kata.
Sebab rasa meresap putus asa tanpa sisa.

Ritmeku hilang nyali, lantas membunuh diri.
Menggorok leher dengan pisau puisi.
Cuma tinggalkan sajak tanpa jejak.
Bak rampok yang menguras habis sepusaka sakral inspirasi.

Setelah malam merampasnya dari dekapan mimpi.
Setelah gulatannya hanya peduli pada "barangkali"
Kejam cuaca menikungnya di lorong sepi.
Yang nyeri.

Di jalanan, hujan menangisi sebuah kehidupan.


Minggu, 14 Sept '14 (00.00 am)

*Love_Noe



Rabu, 04 Desember 2013

Petuah BJ Habibie

Masa lalu saya adalah milik saya

Masa lalu kamu adalah milik kamu

Sedangkan masa depan adalah milik kita


Welcome to our world ^_^
BA 170 E

Tanda Tanya

tersirat ukiran sebuah kenyataan
terukir siratan sebuah keberadaan
menyingkirkan sbuah keyakinan menjadi sebuah pertanyaan
dalam penat yang tergulung aura kemungkinan
nyata tidak nyata..
benar tidak benar
tidak ada yang tau
tidak ada yng mau mengusik bahkan melirik.
hanya angan dan bayangan
hanya perumpamaan pada keyakinan
tak ada yang tau pasti pada keadaan
berpegang teguh hanya pada kemungkinan
nyata tidak nyata
benar tidak benar
tidak ada yang mengerti
hanya hujaman pertanyaan menghakimi diri..

Senin, 02 Desember 2013

MOST WANTED

Ini bukan tentang lebih tua, seumuran atau lebih muda.
Ini tentang yg menyeimbangkan hidup dan yg bisa berjalan beriringan.
Yang memberi kedamaian di hati, kenyamanan disisi, dan kasih sayang tiada henti.

Tentang tertawa bersama
Saling mensupport, mendoakan satu sama lain
Berbicara lepas tak terbatas, tanpa berfikir ini pantas atau tidak.

Ketika dunia begitu kejam
Dia menjadi tempatku untuk selalu pulang
Yg bisa membuat ku sangat sabar dan berusaha mengerti meskipun sulit.

Menerimaku apa adanya meskipun aku cuma seadanya.
Wajah mungkin tak rupawan tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yg aku yakin harus aku perjuangkan.

Masa lalunya tidak akan ku persoalkan, karena ku tahu itu yg membentuknya sekarang.
Kekurangan masing2 adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar jd lebih baik.

Tentang dia yang aku ikhlas seumur hidup menjadi makmum nya.
Membuatku bangga kelak menjadi ibu dari anak-anak nya.


♡Love you Mom
thanks for always teach me♡

Sabtu, 30 November 2013

Ujung Tiang Mimpiku

Sepi kurasa melebur hati
Rindu kurasa membalut imaji
Tertawa melihatku sendiri
Keheningan iringi langkah diri
Ku menangis dalam tawaku
Ku tertawa dalam tangisku
Terisak-isak mencari hatimu
Terbahak-bahak temukan kasihmu
Kerinduan yang tak pernah berujung
Membimbingku ke ujung tiang mimpiku
Menghujamku dan tinggalkan luka pilu
Dengan parangnya penggal bahagiaku
Luka hati yang tak terobati
Terasa perih dan mengoyak diri
Jerit hati bak lautan tangis
Mengejekku dengan pandangan miris
Ku bermimpi dalam sadarku
Ku tersadar dalam mimpiku
Dalam mimpi ku mengejar kasihmu
Ketika kusadar ingin membencimu
Kerinduan yang tak pernah berujung
Menyeretku ke ujung tiang mimpiku
Membelenggu dan tinggalkan luka baru
Dengan parangnya renggut harapanku

N#370

Jumat, 29 November 2013

Penulis yg Lelah

Dia memilih tenggelam
hanyut begitu dalam
lautan kata tiap halaman.
Ribuan kisah terpapar
berupa sosok-sosok dalam layar
memikat jiwa yang tergetar.
Apa kabar realita?
Hanya sesekali dia menyapa
supaya tidak disangka gila.
Siapakah dia?
Entah mengapa dia bertanya-tanya:
Cocokkah dia jadi tokoh utama?
Belum ada yang menjawab
sementara diam-diam dia berharap
sebelum kesempatan menguap
Kembali dia tenggelam
dalam beragam kisah tiap malam
terbungkus oleh diam.
Semoga dia belum lupa
akan kertas-kertas dan pena
untuk menulis sendiri semua kisahnya
dari relung jiwa...
♡BA170E♡




Kamis, 28 November 2013

#370

Jangan katakan kepadaku begitulah hidup, sebab aku bernapas dengannya: keberadaan, juga ketiadaan. Puncak-puncak peristiwa yang sepertinya sekedar menumpuk di laci ingatan, sampai kita tidak lagi menyadari mana yang nyata dan tidak nyata. Sebab yang nyata hanyalah saat ini, di tempat ini. Here and now! 

Dan begitulah, kita melepaskan apa yang kita temukan. Mengosongkan diri dari segala yang kita kumpulkan dengan tetes keringat dan air mata, membebaskan diri dari segala kelekatan dan penderitaan. Sebab yang pergi tidak akan kembali, tetapi tidak pernah meniadakan segala sesuatu yang tinggal – sesedikit atau sebanyak apa pun itu. Dan aku sudah cukup lama berdamai dengan kenyataan itu. Bukan karena aku menyukai kerumitan. Mungkin aku terlalu menginginkan segalanya Secara sempurna. Sempurna dalam segala ketidaksempurnaannya.
Ketidaksempurnaanku. Ketidaksempurnaan hidup. Bukankah itu yang menjadikan segalanya utuh?





Selasa, 26 November 2013

Buku Kehidupan

Seseorang melangkahkan kakinya kepada lembaran-lembaran kisah hidupnya
Lembaran-lembaran yang sudah lama tidak dihuni nya
Ia berjalan mundur dan terhenti pada sebuah bab yang menceritakan tentang sebuah
ruang yang usang
Ruang itu berdiri atas nama memori dan luka
Sebuah diorama yang dimainkan oleh bayang
Sebuah cerita yang tidak dimulai dengan awal maupun akhir
Mereka sudah disana dengan berbagai latar dan berbagai spektrum cahaya yang
bernama kelabu
Pemandangan itu beku, pemandangan itu bisu, dan yang dirasakan adalah pilu,
Mereka dengan tangan-tangan yang terulur terlalu tinggi tak mampu menjangkaunya
Mereka dengan eksistesi diri namun buta, tak mampu melihat pun merasakan
Mereka disana hanya menjadi figure penggembira tanpa mengerti esensi dari sebuah
pelipur lara
Dan seseorang kembali meneruskan perjalanannya terhadap labirin waktu
Kali ini seseorang terjerat pada lembar kisah dengan jelujur akar yang
mengitarinya
Akar itu berbentuk hati dan ronanya menorehkan hangat namun sesekali melolongkan
getir
Bab itu bercerita tentang sebuah pohon tua berbuah cinta
Buah cinta yang mengandung kompleksitas, pencarian, dan tambatan
Dan buah cinta pun menguak kembali kisahnya kepada seseorang
Mereka yang bersembunyi dibalik perangai mereka yang semu pernah mengukir
namanya di bahumu
Mereka yang pernah menawarkan hati dan jiwa, bertekuk lutut dan mencium tanganmu
Mereka yang terlalu banyak bermain dengan api pernah luruh dan mencari
keberadaanmu
Namun cinta yang kau cari masih belum mampu menutup bagian dari kisah ini.
Dan buah cinta menghantarkan seseorang kepada lembar cahaya yang telah
menantinya di penghujung buku
Bab ini bercerita tentang Rumah tua dengan hamparan bunga yang luas
Rumah yang mengatas namakan estetika, keteduhan, dan kelapangan
Sebuah rumah yang menghadirkan kelegaan, kelapangan dan harmoni
Di rumah itu Ia beralutut, di rumah itu ia lepaskan segala kemelut
Sekian lama ia mencari dan berkelana
Tak didapati di mana, namun di hati
Setiap sketsa yang dilalui seseorang pun tak luput dari keberadaan individu
lain
Ruang usang, pohon cinta, dan rumah tua
Mereka yang terliku dan terlibat di dalam setiap kisah dari sekat kehidupan
Mereka yang merangkak bersama dan hadir dari berbagai sudut yang tak berbatas
Mereka yang seketika mengisi keping-keping ke dalam belanga dan yang pernah menjadi belanga
Mereka adalah bingkisan yang sempurna bagi jiwa-jiwa yang tak sempurna
Bukan sebagai pelengkap, bukan juga sebagai penggembira
Namun sebagai bagian utama dari kisah penyentuh kehidupan


#NayWa
Mama

Selubung Luka

Semoga luka-luka ini cepat sirna
semoga rasa perih cepat reda
agar wajah ini terasa bersih menatapMu
agar hati ini terasa basah mengejaMu
pada warna senja yang begitu ungu
di ujung langit
kutitipkan selembar luas mendung
yang pernah kulukis
dengan tinta hitam, suram
bagai getah lekat, erat melekati kulit batang-batang pohon
dari patahan dahan dan daun-daun dari ranting kepundung
atau seperti pekatnya cairan malam
menitis pada kain sebentang
membentuk gambar-gambar rumit bercorak kawung
akh, senja yang ungu
bagaimana aku bisa memintamu
menempa warna-warni lukisanku
sedang tinta-tinta itu terlalu pekat
sedang gambar-gambar itu terlanjur lekat
semoga luka-luka ini cepat sirna
semoga rasa perih ini cepat reda
agar hati ini mampu merunduk
agar hati ini mampu bertawadu’

Love
BA 170 E

Rabu, 20 November 2013

Nyanyian Camar

Petang bagiku adalah sarang
dimana angan-anganku riang menerawang
membawa lelah dan risauku pulang
di hening dada karang
kubawa serentetan lagu sendu
lewat paruh dan sayapku
setelah kuterdekap gemerlap pagi
tempat kubaringkan penggalan mimpi
kelak tak perlu kutakut pada sepi
di taman surga Illahi


LOVE
BA 170 E

Sosok diruang Hampa


Apa yang kau cari?
Tak ada yang penting di sini.
Hanya pemikir yang dikuasai
isi kepalanya sendiri.
Kau mencari matahari
dalam ruang sempit ini.
Sementara si penghuni
sibuk menenangkan suara-suara sunyi.
Cecar dan cercamu tak berarti.
Memang sulit bagimu untuk mengerti.
Bagimu, dia ibarat anomali,
yang selalu memaki luka dan bersemayam dalam sepi.
Ah, langkanya simpati dan empati.
Indahnya duniamu, jauh dari murka dan patah hati.
Sayang, di matamu dia hanya pecundang berkubang sedih,
bukan petarung yang mencoba bangkit kembali…
Masih mencari-cari?
Percuma, jika engkau masih enggan mengerti

N#370

Selasa, 19 November 2013

Sang Malam

Hening….snyap…
hanya kidung angin membelai sang rimbun,
sesekali brgoyang, seolah trbuai lembutnya sang semilir.
Dalam sepimu…
membungkam jiwa-jiwa serakah
membius hati yang egois
meredam amarah yang bergejolak
menyelimuti asa yang terpatri
merayu sang penjaga,tuk lelapkan rasa..
meretas angan sang pemimpi.
Dalam senyapmu…
terkadang jadi perantara rindu bagi sang penunggu..
inspirasi suci bagi sang pemikir..dan tak sedikit,
sang pelipat bersembunyi dalam celah.
Hening…senyap…
mengubur berjuta lelah
hanya rembulan yang tetap bersanding..
ketika dekapmu semakin larut terbenam kesenyapan...

N#370

Penyelam Kata

Ombak-ombak itu berseru-seru
Dan angin pun berbisik pelan
Menyambut darah-darah baru
Dari kutub utara hingga selatan
Adakah engkau menjawab panggilnya?
Kata Sang mentari
Adakah mulutmu mengucap kata?
Menjawab laut bahari
Ikutlah suara kepakan sayap itu
Burung-burung camar yang terbang rendah
Agar kelak kita kembali menjadi satu
Berbagi cinta dengan senyum indah
Mari, kemarilah
Datanglah ke pantai waktu
Berenanglah ke tengah laut itu
Jiwa kita akan kembali menjadi satu

Selamilah
Tenggelam
Arungilah
Lautan kata-kata jiwa

Senin, 18 November 2013

Berlayar tak mengerti

ini sunyi bergetar
setengah mati
mencari perahu
penyair yang berlari
membawa nganga luka
di pantai terakhir
menghimpun ombak
jadi puisi
yang menari dalam dada
maha amuk dan hempas....

Cahaya

Hidup ini seakan ibarat ombak yang terus menerus menerjang karang
Ku lihat karang yang tegar adalah karang yang mampu melihat indahnya matahari terbit dan tenggelam tampa bermimpi akan menemukan lautan tenang.
Seolah, menafikan karang yang rapuh yg tidak mau menerima kenyataan, tak mampu melihat matahari terbenam
Hanya melihat sebuah cahaya matahari yang perlahan terbit dan datang

Hidup seakan ibarat buih putih di pinggiran pantai
Yang membuat lengkap, adalah ketika aku menyentuhnya
Dan ombak bersahabat menyapaku dengan lirih
Perlahan buih itu datang, dan menghilang
Namun, yang terpenting
Seberapa lama buih itu datang dan melengkapi ku
Cukup bersabar
Sesabar pohon kelapa, yang setiap harinya tersengat cakrawala
Yang suatu saat berbuah, mereka menyediakan air untuk pelepas dahaga
Yang suatu saat berdaun lebar, yg membuat orang duduk lega menikmati pantai

Hidup itu seakan ibarat jejak langkah yang ku buat di pinggir pantai
Terkadang membuat pasir putih terinjak sakit
Terkadang ombak akan membuat hilang jejakku
Terkadang pula jejak itu memiliki awal dan kemana tujuanku untuk melangkah
Terkadang dalam foto sebuah pantai, mengartikan sebuah perjalanan panjang
Awal dan akhir

Hidup itu seakan ibarat menikmati Cakrawala terbenam
Yang di setiap pantai panorama yang dipancarkan berbeda satu dengan lainnya
Jika, ada satu pantai yang membuatku bercahaya
Selamanya ku tak akan pernah melupakan slide itu di kepalaku
Tapi ku berusaha untuk mengerti, ada maksud dibalik sebuah panorama matahari terbenam
Dia akan datang pada saat ruang dan waktu yang tepat
Tetaplah ku akan membuka mata di setiap pantai
Rasakan setiap badai pantai yang ada yang membuatku tak nyaman
Rasakan penyesalan saat ku menemukan panorama yang buruk
Namun, aku berbicara pada Tuhan ku, dan meyakini bahwa ku akan menemukan cahayaku, saat ku telah merasakan semua panorama kegelapan
Cahaya yg akan menghapus semua panorama gelapku.

Kita Berbeda

Argumen indahmu memusnahkan
Benak & logika
Argumen indahmu menenggelamkan
Asa dari sebuah jiwa

Mengiming-imingi seperti
Berkata tidak ada rusa di hutan
Mengiming-imingi seperti
Setengah kebenaran yang artinya ketidak jujuran

Mungkin kita berbeda
Kau menganggap beberapa hal itu lebih berharga dari inti yg sebenarnya
Kita memang berbeda...
Aku menganggap mimpi adalah kebahagiaan bersama yg akan ber-metamorfosis menjadi tujuan hidup.

Terlalu dini tuk berlutut
Ku takkan lagi terpaut
Oleh kau yang berhati surut
Menyeret bahagia ke maut

Kau memimpin arah tanpa tahu mana utara
Terus melanjutkan dengan gayamu & menganggap semua akan baik-baik saja
Tampa mengerti arti sebuah hubungan itu apa..
Mungkin kita memang bebeda...

N#370

Kamis, 14 November 2013

Ruang Emosi

Diri terdefinisi oleh tiga warna
Lemah layaknya tanah tanpa substansi
Tautan persepsi bernama catatan dan situasi
Dipadu dalam kompetisi perkenalan makna
Hidup benarlah sebuah drama melodi
Mencari arti antara rasa dan etika
Dan waktu menjadi kawan setia atau musuh
Hingga gelap memperkenalkan dirinya; MISTERI

N#370

Risalah Hati

Malam tak bergeming
Menghantarkan kesunyian ku terlelap…diam dalam lubuk hati yang bergejolak
Nada-nada kepedihan kian merasuk
Menari bersama aliran darah dan menggemeretakkan tulang rusuk
Terpaku…aku dalam kebimbangan
Terjatuh…aku dalam duka nestapa
Tak dapat lagi ku terbang dan menari indah di angkasa
Karena sayap ku kian patah
Tak ada lagi nyanyian rindu
Karena pita suaraku terhimpit rasa ragu
Semoga ini cepat berlalu....

N#370

Hopeless in a Dream

Sebuah keinginan di hati
selalu terbayang dalam imajinasi
jauh dari kira-kira
diperhatikan secara cuma-cuma
bagai dapat segera tergenggam
seringkali dibiarkan terpendam
Berjalan dalam khayal
seakan waktu dibiarkan kekal
bisa saja sederhana
kadang kala sempurna
sering kali berganti
namun waktu mendatangkannya kembali
Menanti tak akan cukup
berusaha hanyalah sekedar pembuka katup
berkata-kata hingga membesi hati
teguh berharap hingga nanti
lalu nyata kan terasa sayub

N#370

Rabu, 13 November 2013

Untittle

Sesosok bayang dan khayal
Buatan untaian seribu mimpi
Menempuh berbagai cerita tak berakhir
Dalam kepala mengalir bagai memori
Terbentuk berdasar indah cipta sang kuasa

Demi mereka yang tak bisa
Bukan untuk yang tak mau
Oleh karenanya takkan tersentuh
biar indah tak sekedar memenuhi hasrat diri
Agar tak gila mengubah arah jati diri
Meski menimbun berbagai harap tak sempurna
Entah hendak terbukti ada atau tiada...

Love_N370

Selasa, 12 November 2013

Kehilangan

Mencintai mu
Bagaikan langit memeluk bintang
Ku lukiskan cinta dihati
Tak terbatas lagi

Cinta yang dulu bersemi
kini menjadi masa lalu ku
hatiku hancur tiada berkeping
bagaikan segelintir debu

kehilanganmu
membuat hatiku kini lemah tak berdaya
ku tak mampu berdiri tegak dan bernafas lega...

N#370







Kamis, 28 Februari 2013

KENGERIAN KU

Angin bertiup kencang
Beterbangan debu lalu
Saat batu dulu
Terbujur kaku takluk
Indahnya tetes air
Melubang keras hati

Sebuah kisah terukir pasti
Layaknya batu yang tertetesi
Air mata sang pelangi
Yang jatuh terusik nada merdu
Sendu di gelap malam tak berbulan

Pernah berjabat tangan ini
Berbagi hangat hati
Kesetiaan dibawa mati
Yang apapun takkan terganti
Meski nanti hilang pasti
Hilang nanti~~~

Detik waktu berlalu
Tak juga mimpi itu
Mimpi tertinggi
Wanita pencari jati diri
Sendiri meraih api
Tak menyangka terbakar pedih
Satu pergi tinggal sendiri
Sungguh bukankah wanita mengerikan?

Menit ada saat itu
Tak juga berlalu
Meski sendu
Senyum tak berharap laku
Sementara hujan menetes
Menutupi senyum kaku
Ia terhujam sakit
Tak ia sesali karena menghujam indah
Jawaban tak ada di buku
Tanya itu tergantung dalam
Dalam~~~

Hingga lama menjadi debu
Dan kini bertiup sang bayu
Fatamorgana mereka itu
Aku jauh…jauh….

Dalam pasir dan debu aku jauh
Lama terlupa terasa surga
Tapi malam alam
Menaruh harap begitu dalam
Teriak pilu sang angin hujan
Kenangan~~~
Dan aku jauh…jauh…
Bersama pasir dan debu
Tak tampakku…
Itu lupaku…..
Dalam frasa dan debu
Aku lupakan semua itu
Karena Kengerianku.......
:( Love_N

Selasa, 12 Februari 2013

REALITA HATI

Bulan tak juga penuh
Malam ini sinar bulan tak menyapa
Namun tak sesunyi malam lalu
Gemersik sang bunga mawar, memberinya alunan nada
Menidurkannya dengan pelan
Layaknya belaian bunda

Tak ada lagi selain malam yang ia inginkan
Meski tak berbulan, ia tetap dapat hilang
Dalam khayal menjauhi realita kehidupan

Tetap terjaga
Mawar dengan merah darah
Meski dalam mimpi terjaga hanya untuk-nya
Meski tajam duri melukai
Tetes darah hanya untuk-nya

Love p2
N_

Kamis, 17 Mei 2012

For My Some1

mungkin bagimu masih banyak debu
yang kubawa dari masa lalu
puing-puing gerimis memenuhi kepala
dengan sisa dedaun runtuh

sudah kubersihkan dengan tiap abjad
yang kau ucap padaku
dan kuanggap sebagai mantra
mengiringi semua langkah

masihkah tetap tak kau percaya?
bila kata bisa berubah
bukankah begitu juga bait
yang kubawa padamu

belenggu yang membuat gigil
hingga berserak peluh dan luka
bukanlah perih yang terus tertancap
di tiap celah waktu kita

pada retak malam yang lelap
sambil memeluk harapan
tataplah alur yang melaju
di situ esok kita akan hinggap

memang berkelok harap kita
tapi tetaplah abjad dan kata
tidaklah jadi sia-sia

-Love You-
N_

Kita Tak Bisa Mengerti

bagaimanapun kita tak bisa mengerti
bagaimana cinta yang sederhana
selalu meruang dalam jiwa

petang lalu ku bertanya
ada lelaki dengan kepala batu
mempertahankan kelebatan cinta
meski lebih banyak menerima kemarau

apakah memang kita mau mencari
kenapa kata-kata menjajah jiwa
hingga lahirkan sajak renyah
di tengah bait-bait luka

With Love
N_

Rabu, 26 Oktober 2011

Gelang yang Patah

Alunan kisahku mengalir begitu deras, memaksa lirih perih tak bertepi..
syahdu aku seperti dulu, kini mulai tak terdengar.. entah terbawa arus kenistaan yg bergumul, atau mungkin mati terkikis pasir-pasir yang menderu.
titik embun mulai mengering tidak lagi patut untuk dipuja..
hmm.. apakah aku tidak lagi seperti itu?
begitu aku, kaku, rapuh, bias bayang malam pun berputar pagi, terperangkap terlalu dalam, terhanyut seperti sampan tak bertuan.. hendak kemana aku ini?
mata yang mulai lelah, hati yang mulai membusuk,
sanggupkah gelang yang patah ini kutemukan?
Sanggupkah gelang patah ini ku jadikan permata, kujadikan bunga, kujadikan apa saja yang bisa menyelimuti helai syair yang ku rajut..
Perlahan iba menghangatkan tubuhku… membakar cemburu… mengoyak amarahku…

Pahit menjadi madu biar tak terkuak sekalipun, ketika arah menjadi pecah.. ketika waktu menjadi mati.. sirna berserah bersimpuh rindu, tulus hati begitu dusta kuucapkan … tidak seorangpun memahaminya.

Rabu, 19 Oktober 2011

Cermin Hati

Mari, berdiri tegak
saling berhadap, saling tatap
dan mematutkan senyum
untuk kita dapat mengenali
perjumpaan ini untuk apa.

Aku tahu, rindumu adalah kilatan cahaya
sedang diriku adalah gelegar petir yang menyalak.

Berdiri tegak, saling berhadap
dari satu sudut, cahaya mentari mematut
kami, menutup rona-rona warna
menjadi kelabu-kelabu hitam,
kemudian dijatuhkan di atas tanah.

Bayangmu ada membekas dalam hatiku,
bayangku tersangkut pelita rindumu, tergambar
dalam rongga-rongga hatimu.
Kita telah bertukar bayang dalam cermin hati;
jejak perasaan dan beribu getar
yang selalu menghidupkannya
sehingga bisa kita kenal
diriku untuk dirimu
dirimu untuk diriku.

Sudah tanggal waktu, mengenali kita
semua terasai, kadang menggugah emosi
dan sesekali mendorong untuk
saling berpikir dan memikirkan;
aku padamu dan engkau padaku.

Selasa, 18 Oktober 2011

Untuk Pemilik Hati Ku

Manusia mencintai hidup dan membutuhkan sejarah,
ingin berbagi dan merindukan setiap gerak hati
untuk dicintai dan diperlakukan tulus.

Hidup bukan hanya pemberontakan,
seperti j nada-nada
bukan hanya nada tinggi saja,
apa yang kudengar dan apa yang engkau lantunkan
tidak akan berarti sama.
semua beralur.

Aku mengenal hidupmu, melihat gerak
dan pandang hatimu
bukan hanya akan memuja mu dengan lantunan sajak-sajakku.

Wahai Pemilik Hati ku …
jauh pandang engkau kuletakkan dalam selubung kerinduan
agar sosokmu terjaga dari gerak keliaranku
yang kadang ingin menindasmu.
jauh hati, engkau kupanggil sebagai inspirasi
bagai dewa keindahan yang dipuja untuk turun ke bumi
sebagai manggala dari kidung-kidung
yang menceritakan tentang gerak peradaban.

Wahai Pemilik Jiwa ku..
ada yang ingin aku katakan
ketika kita saling bertatap pandang;
pada akhirnya cinta itu ingin menyatakan
kemanusiaan, rasa kesetiaan dan dia
tidak hanya ingin mengerti,
tetapi dia juga ingin mengalami
segala apa yang menjadi dukamu, kerianganmu
dan segala keresahanmu.

Saat ini kita tautkan hidup
antara hati dan gerak pikiran.
aku mengalami dirimu dalam diriku
dan engkau pun mengalami diriku dalam dirimu.
Ketika itu nada-nada juga akan bersambut
dengan sajak-sajak
dalam untaian semangat untuk
membangun hidup yang penuh kecintaan.