Let me for a moment to dive into your heart,
before I'm wake up and stop running
In the silent, I'm a lake without rainbow
Pierce the sun for hollow down without plain
The sky just filled by laughter
I'm not found temple that occupy by great smiles all The God
Before I wake up and go down with dew,
Kiss my lips for last time,
coz in the end or on the far ocean
I never come into your heart
because the shine already marry me before eternity
and eternity already bring you to back home with horse carriage,
and I don't know where will dock
And Than ~
let me never wake up
I'll keep on dreaming
and please always smile my grief love
until I can touch the end of your soul....
Kamis, 28 Oktober 2010
PICTURE OF THE DREAM I (I hope I’m not Offer You a Sin)
I’m coming from far away for imagines
In this town I’m arrived without tears
Song of the live already flash past on my face line
Above the virgin saddle
That up side down by doubt and worry
Until here~
Under harmony ware, soft cloud this town,
May be that I touch with my finger is your shadow ?
That rim in the picture of dreams
And so long frozen in my grief house
You are a rainbow’s son
That go down with air and the silent
Your face like a moon
That playing under the sky
And your shine belong
Your face,
I just can put on my poem words
This smoke in the middle of sea
So Far..
may be one time it will be breath
or it will be forgetting
and be a Sin
PICTURE OF THE DREAM (The Beggining) / English Version
One flower come again to my lake
I don’t have ayes anymore
Just one tone calling the soul
Sometime just silent
Sometime too slow
Someone that protected my heaven in my love was born
When this flower come again to my sea
From the pure womb
And not grow by earth ~
Rabu, 27 Oktober 2010
PERJALANAN PANJANG (The Long Way )
Ku hanya bisa jawab : dikeheningan paling sunyi penantianku
Sebab bunda tak lagi menangis,
Sebab cinta tak lagi mengemis
Jika engkau bertanya,
Muara mana yang akan menanmpung gelora sungai air mata ku?
Aku hanya bias berucap : Dia hanya sebuah delta yang terukir indah oleh tangis sungai ku.
Didalam buih pedihku bertemu embun, di riak pagi ~
Jika engkau bertanya, dengan apa kan kusebut namanya ?
Ku sebut namanya dengan diam ku
Lukis wujudnya dalam sepiku
Karena dia bukan tumbal yang ingin melepas dahaga dipantaiku.
Kardina dan Kicau Duka
Satu pekikan terpecah
Bagai genderang para cenayang
Bumi tersihir beku dan pucat
Demikianlah duka menyalip satu jiwa
Yang lahir dari persetubuhan matahari diakhiri dongeng
Duniawi.
Didepan dua jalan batu
Seperti segenggam mendung menghalangi kardina
Menyeberangi hutan cypress dikala senja
Nyanyian mereka adalah lamun dukanya dipagi hari
Anak-anak mereka menjadi penghuni istana lara
Singasanya air mata
Terang telah terbunuh oleh kelam
Jauh sebelum rembulan melahirkan fajar
Jauh sebelum ragu bertemu dua jalan batu
GERHANA (The Full Moon )
Wahai lelaki yang bernama kesangsian
Dari jantung lembah bekas jejak para dewa
Kau petik buat ku setangkai bunga
Sejenak berhentilah kita bicara tentang duka
Sementara rembulan menghalangi matahari,
Kurebut ragamu dari pelukan bumi
Agar nirwana tetap menari
Diantara jemari-jemari Ilahi
Sucikan bibirku dengan senyummu
Wahai lelaki yang bernama kesangsian
Karena Kehidupan..
Hanyalah Sebuah perjalanan pulang,..
POTRET MIMPI 2 (Layar Tampa arah)
Dan kuhisap darah cinta paling suci di nadi mu,
Sebelum ku terbangun dan berhenti berlari.
Dalam langlang paling sunyi,
Aku adalah telaga tampa pelangi
Menempuh matahari usang demi fajar hampa, tanpa sahaja.
Cakrawala hanya terisi gelak tawa,
Tak ku temui puri yang dihuni senyum agung para dewa.
Sebelum kuterjaga dan turun bersama embun
Kecuplah bibirku untuk terakhir kali,
Sebab diufuk atau di relung samudra paling jauh,
Aku mungkin tidak pernah sampai dihatimu
Sebab cahaya telah menyunting ku sebelum keabadian,
Dan keabadian telah membawamu pulang diatas kencana
Yang teak pernah ku tahu akan berlabuh dimana.
Lalu ~
Biarlah aku tak pernah terbangun,
Tetap ku akan terus bermimpi
Dan tetaplah tersenyum wahai duka cintaku,
Hingga dapat kusentuh ujung terjauh jiwa mu~
POTRET MIMPI I (Ku harap Aku tidak menawarkan mu sebuah Dosa)
Kudatang dari kejauhan demi khayalan,
Di kota ini aku tiba,
Tampa air mata.
Languna kehidupan tlah melintasi Garis Wajah ku
diatas pelana keremajaan
Yang di tunggangi oleh kesangsian dan Cemas
Hingga di sini ~
Dibawah lambaian harmoni awan lembut kota ini,
Mungkinkah yang kubelai dengan jemari ku adalah bayangmu ?
Yang terbingkai dalam potret mimpi
Dan telah lama beku dalam rumah duka ku yang usang.
Engkau adalah putra pelangi,
Yang turun bersama udara dan kesunyian
Wajahmu seperti rembulan kecil
Yang bermain di bawah langit yang tak berdosa
Dan engkau adalah milik cahaya,
Keindahan mu hanya dapat kuletakan
Di atas kata-kata paling putih puisi ku.
Asap itu mengepul ditengah lautan,
Terlalu jauh ~
Mungkin kelak dia akan menjadi nafas,
Atau akan terurai, beku dan terlupa,
Dan menjadi sebuah dosa.
POTRET MIMPI (The Beginning)
Sekuntum teratai berkunjung di telaga ku,
Aku tak lagi punya mata,
Hanya satu nada memanggil jiwa,
Terkadang hanya diam
Terkadang terlalu pelan
Seorang penjaga surga dalam cinta ku terlahir,
Saat teratai ini kembali singgah dipantai ku,
Dari rahim suci,
Dan tidak dibesarkan oleh Bumi,
Langganan:
Komentar (Atom)




