Dan kuhisap darah cinta paling suci di nadi mu,
Sebelum ku terbangun dan berhenti berlari.
Dalam langlang paling sunyi,
Aku adalah telaga tampa pelangi
Menempuh matahari usang demi fajar hampa, tanpa sahaja.
Cakrawala hanya terisi gelak tawa,
Tak ku temui puri yang dihuni senyum agung para dewa.
Sebelum kuterjaga dan turun bersama embun
Kecuplah bibirku untuk terakhir kali,
Sebab diufuk atau di relung samudra paling jauh,
Aku mungkin tidak pernah sampai dihatimu
Sebab cahaya telah menyunting ku sebelum keabadian,
Dan keabadian telah membawamu pulang diatas kencana
Yang teak pernah ku tahu akan berlabuh dimana.
Lalu ~
Biarlah aku tak pernah terbangun,
Tetap ku akan terus bermimpi
Dan tetaplah tersenyum wahai duka cintaku,
Hingga dapat kusentuh ujung terjauh jiwa mu~

0 komentar:
Posting Komentar
Saya sangat menghargai komentar anda
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.