Ku hanya bisa jawab : dikeheningan paling sunyi penantianku
Sebab bunda tak lagi menangis,
Sebab cinta tak lagi mengemis
Jika engkau bertanya,
Muara mana yang akan menanmpung gelora sungai air mata ku?
Aku hanya bias berucap : Dia hanya sebuah delta yang terukir indah oleh tangis sungai ku.
Didalam buih pedihku bertemu embun, di riak pagi ~
Jika engkau bertanya, dengan apa kan kusebut namanya ?
Ku sebut namanya dengan diam ku
Lukis wujudnya dalam sepiku
Karena dia bukan tumbal yang ingin melepas dahaga dipantaiku.

0 komentar:
Posting Komentar
Saya sangat menghargai komentar anda
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.