Rabu, 27 Oktober 2010

POTRET MIMPI I (Ku harap Aku tidak menawarkan mu sebuah Dosa)

Kudatang dari kejauhan demi khayalan,
Di kota ini aku tiba,
Tampa air mata.

Languna kehidupan tlah melintasi Garis Wajah ku
diatas pelana keremajaan
Yang di tunggangi oleh kesangsian dan Cemas
Hingga di sini ~
Dibawah lambaian harmoni awan lembut kota ini,
Mungkinkah yang kubelai dengan jemari ku adalah bayangmu ?
Yang terbingkai dalam potret mimpi
Dan telah lama beku dalam rumah duka ku yang usang.

Engkau adalah putra pelangi,
Yang turun bersama udara dan kesunyian
Wajahmu seperti rembulan kecil
Yang bermain di bawah langit yang tak berdosa
Dan engkau adalah milik cahaya,
Keindahan mu hanya dapat kuletakan
Di atas kata-kata paling putih puisi ku.

Asap itu mengepul ditengah lautan,
Terlalu jauh ~
Mungkin kelak dia akan menjadi nafas,
Atau akan terurai, beku dan terlupa,
Dan menjadi sebuah dosa.

 

  

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sangat menghargai komentar anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.